
Film Dokumenter Karya Dosen Prodi FTV Widyatama tentang Pertanian Organik di Sumedang Raih Apresiasi BRIN
BANDUNG, PRODI.FILM.WIDYATAMA.AC.ID – Film Dokumenter tentang pertanian organik di Desa Cikurubuk Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang Jawa Barat, yang merupakan karya Pengabdian Masyarakat dosen Prodi FTV Widyatama Kenmada Widjajanto.,S.Sos.,M.Ikom meraih apresiasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam program Akuisisi Pengetahuan Lokal BRIN Tahun 2025. Kabar apresiasi BRIN tersebut diperoleh melalui email yang dikirimkan pada Selasa (25/11/2025).
Film dokumenter berjudul “Selayang Pandang Pertanian Organik Desa Cikurubuk Sumedang” terpilih setelah melalui proses kurasi oleh tim reviewer BRIN pada bulan November 2025. Dalam pesan elektroniknya BRIN menyampaikan sbb; “Sehubungan dengan Program Akuisisi Pengetahuan Lokal yang diselenggarakan oleh BRIN, Direktorat RMPI selaku pelaksana kegiatan telah melakukan seleksi dan penilaian terhadap judul-judul yang diusulkan dalam Program Akuisisi. Setelah melalui proses penjaringan dan penilaian, karya Bapak yang berjudul Selayang Pandang Pertanian Organik Desa Cikurubuk Kabupaten Sumedang terpilih dalam Program Akuisisi Pengetahuan Lokal BRIN Periode III Kelompok 3 tahun 2025. Sebagai bentuk apresiasi, kreator yang karyanya terpilih akan diberikan sejumlah insentif sesuai dengan kategori dan hasil penilaian”.
Film Dokumenter Karya Pengabdian Dosen & Mahasiswa FTV Widyatama
Dikisahkan Kenmada, film dokumenter tentang pertanian organik Desa Cikurubuk merupakan karya dirinya bersama 13 mahasiswa Prodi FTV Widyatama dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat (PkM) yang berlangsung pada Agustus 2024 lalu. Pada kegiatan PkM tersebut Kenmada bersama para mahasiswa memproduksi film dokumenter tentang pertanian organik Desa Cikurubuk selama tiga hari dan menginap di sebuah mess pertanian milik warga. Film dokumenter berjudul “Selayang Pandang Pertanian Organik Desa Cikurubuk Sumedang” berisi tentang cerita pengembangan pertanian organik yang dipelopori oleh Kepala Desa Cikurubuk M. Fadar Junawar dan Ketua Kelompok Tani Yoyo Rahya. Film tersebut mengisahkan bagaimana sejarah perjalanan pengembangan pertanian organik di Desa Cikurubuk yang memiliki potensi alam yang sangat mendukung diantaranya ketersediaan air bersih dari mata air yang muncul di kawasan perbukitan Desa Cikurubuk, serta topografi dan kondisi iklim yang sangat memadai. Kades Cikurubuk Fadar Junawar mengisahkan bahwa pengembangan pertanian organik di desanya tidak lepas dari kondisi sawah yang semakin lama semakin tidak subur akibat penggunaan pupuk kimia atau pestisida jika tetap menggunakan mteode pertanian konvensional. Dengan metode pertanian organik, tanah menjadi semakin subur dan sangat dimungkinkan panen tiga kali setahun, ujar Junawar. Pengembangan pertanian organik lanjut Junawar, juga tidak lepas dari keberadaan peternakan domba dan sapi yang menjadi sumber bahan dasar pupuk organik sawah organik.
Film dokumenter “Selayang Pandang Pertanian Organik Desa Cikurubuk Sumedang” berdurasi 18 menit dan diproduksi oleh dosen dan mahasiswa Prodi FTV Widyatama sebagai bentuk perhatian Universitas Widyatama terhadap pengembangan pertanian organik yang menghasilkan beras organik yang sehat karena bebas bahan kimia. Perhatian Universitas Widyatama sendiri pada pertanian organik di Desa Cikurubuk dan Kecamatan Buahdua sebulan lalu juga mendapat apresiasi dari pemerintah Kabupaten Sumedang. Widyatama dinilai sebagai kampus yang memiliki perhatian dan kepedulian terhadap pengambangan pertanian organik di Sumedang, melalui berbagai kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan civitas kampus, termasuk diantaranya civitas Program Studi D4 Produksi Film & Televisi dengan membuat konten publisitas yang disampaikan melalui film dokumenter berjudul “Selayang Pandang Pertanian Organik Desa Cikurubuk Sumedang”. ***Redaksi



