
Visiting Professor Dosen Fakulti Film UiTM Dr. Ayu Haswida Beri Kuliah Sejarah Film Malaysia pd Mahasiswa FTV Widyatama
BANDUNG, PRODI.FILM.WIDYATAMA.AC.ID – Menindaklanjuti kerjasama internasional dengan Universitas Widyatama, dosen Fakulti Film, Teater dan Animasi (FITA) Universiti Teknologi Mara (UiTM) Shah Alam Selangor Malaysia Dr. Ayu Haswida Abu Bakar berkesempatan memberikan kuliah jarak jauh kepada mahasiswa Prodi FTV Widyatama, pada Kamis (17/11/2025). Kegiatan kuliah berlangsung secara daring yang dikuti sebanyak 57 mahasiswa Prodi FTV Widyatama angkatan 2025 atau semester satu peserta mata kuliah Sejarah Film yang diampu oleh Ibrahim Adi Surya.,S.Sn.,M.Sn dosen Prodi FTV Widyatama.
Pada kesempatan kuliah daring tersebut, Dr. Ayu menyampaikan materi tentang Sejarah Sinema Malaysia dengan sub tema “Peran Shaw Brothers dalam Pembangunan Industri Sinema Melayu (Malaysia) antara tahun 1937 hingga tahun 1970”. Dikemukakan Dr. Ayu bahwa studio Shaw Brother merupakan anak usaha perusahaan film Tianyi Film Company di Shanghai Cina yang dimiliki oleh keluarga Shaw dan dipimpin saudara sulungnya Runje Shaw. Shaw Brother lanjut Dr. Ayu selanjutnya berkekspansi ke luar Cina termasuk ke Tanah Melayu yang sekarang dikenal sebagai Malaysia.
Salah satu legasi Shaw Brother dalam pengembangan film di Malaysia adalah penciptaan film Melayu pertama yaitu “Laeila Majnun” tahun 1933 yang disutradari sutradara berdarah India BS Rajhans yang berkedudukan di SIngapura dan sukses. Dari kesuksesan film “Laeila Majnun”, Shaw Brothers Ltd, selanjutnya memproduksi sejumlah film Melayu lainnya seperti “Gagak Hitam”, “Toping Hitam” (baca; Topeng Hitam), “Mutiara”, “Toping Saitan” (Baca Topeng Setan), “Bermadu”, “Hanchor Hati” (baca : Hancus Hati), “Mata Hantu”, “Tiga Kekasih” dan “Ibu Tiri”. Namun sayangya, kesembilan tersebut tidak berhasil seperti film “Laeila Majnun”, lanjut Dr. Ayu.
Puncak kesukesan “Shaw Brothers Ltd” di Malaysia terjadi di era tahun 1955 dan setelahnya ketika mereka merekrut para sutradara berdarah Melayu seperti P. Ramlee, Jamil Sulong, Omar Rojik dan S. Kadarisman dan mengembangkan film genre baru yang diangkat dan diadaptasi dari kisah dan cerita rakyat Melayu seperti “Batu Belah Batu Berrtangkup” tahun 1959, “Bawang Merah Bawang Putih” tahun 1959 dan “Singapura Dilanggar Todak” tahun 1961. Kesuksesan tersebut memunculkan aktor aktor Melay populer seperti P. Ramlee, Aziz Satar, S. Samsuddin, Saloma, Sa’adiah, Sarimah dan Roseyatimah, ungkap Dr. Ayu.
Pada kesempatan kuliah tersebut, para mahasiswa terlihat antusisas dengan materi yang disampaikan Dr. Ayu dan pada sesi tanya jawab, sejumlah mahasiswa Prodi FTV Widyatama mengajukan sejumlah pertanyaan, yang dipandu oleh dosen Prodi FTV Widyatama Ibrahim Adi Surya.,S.Sn.,M.Sn. Di akhir kuliahnya, Dr. Ayu Haswida Abu Bakar menyampaikan rasa terima kasih karena diberi kesempatan mengajar mahasiswa Prodi FTV Widyatama dan berharap kerjasama seperti ini akan terus dikembangan di kemudian hari. Hal senada juga dikemukakan Ibrahim Adi Surya, yang pada kesempatan sebelumnya juga menjadi dosen tamu di hadapan mahasiswa Fakulti Filem, Teater dan Animasi UitM Malaysia.
Program pertukaran dosen merupakan kergiatan yang dikembangkan Universitas Widyatama dalam rangka berjejaring dengan kampus kampus di luar negeri untuk saling mengisi dan menguatkan satu sama lain. Kegiatan pertukaran dosen mengajar kali ini bertajuk “Kuliah Maya Nusantara” yang mengakat sejarah perkembangan film dari masing masing negara. ***Redaksi



