Film Dokumenter Mahasiswa FTV Angkatan 2023 “Riak Aksa”, Raih Penghargaan BRIN; Tema Kecil Menjadi Karya Nasional

BANDUNG, PRODI FTV WIDYATAMA.AC.ID – HALO SOBAT FTV, Film Dokumenter karya mahasiswa Prodi FTV Widyatama Angkatan 2023 berjudul “Riak Aksa” mencatatkan prestasi yang membanggakan dengan meraih penghargaan Apresiasi Program Akuisisi Pengetahuan Lokal BRIN 2026. Film ini diproduksi oleh @revisinema pada tahun 2025 dan mendapatkan apresiasi senilai 19 juta rupiah dengan kategori Grade A.

BRIN atau Badan Riset Dan Inovasi Nasional adalah penyelenggara dari Program Akuisisi Pengetahuan Lokal.  kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan dan mendokumentasikan berbagai konten pengetahuan lokal dalam bentuk buku atau audiovisual.

Angkat “Tutut” jadi Tema Utama

Film dokumenter “Riak Asa” merupakan karya tugas mata kuliah Film Dokumenter yang berlangsung pada tahun 2025 lalu dengan dosen pengajar Della Dwinanti Sumpena.,S.T.Sn.,M.Sn, dosen homebase Prodi FTV Widyatama. Film tersebut menceritakan fenomena yang terjadi di Waduk Darma, danau wisata di Desa Jagara Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Waduk yang airnya  tampak tenang ternyata menyimpan cerita lain yang menarik diangkat ke dalam cerita film dokumenter. Di waduk Darma. Hewan air “Tutut” hadir sebagai jejak kecil yang awalnya dianggap menjadi sebuah hama lingkungan. Dari ruang pertemuan antara manusia dan alam, terselubung insan yang mencoba bertahan dan memaknai sesuatu yang kerap diabaikan. Sebuah kisah tentang ketahanan, adaptasi, dan kemungkinan yang tumbuh dari hal kecil yang berubah menjadi pusat perhatian dan penghidupan. Karya ini awalnya hanya sebagai tugas mata kuliah Film Dokumenter, namun siapa sangka jika karya ini akan menuntunya pada pencapaian yang lebih besar.

Kisah Dibalik Pembuatan Film Dokumenter “Riak Asa”

Novariza Zahran yang merupakan mahasiswa Prodi FTV Angkatan 2023 berperan  selaku sutradara mengatakan,  ia merasa bangga atas apresiasi dan akuisisi yang diberikan oleh BRIN. Ia merasa film ini menjadi sebuah bukti bahwa isu yang berangkat dari hal kecil ternyata bisa punya panggung besar di tingkat nasional.

Nova lebih lanjut menceritakan bagaimana film tersebut dapat diproduksi dengan hanya berisikan empat mahasiswa tim inti yang terdiri dari ia sendiri selaku sutradara, Raihan (Script Writer), Galih Odeih sebagai Penata Kamera, serta Line Produser Salsabila Alya.  Namun hal itu tidak menjadi penghalang, proses dibalik layar berjalan begitu menyenangkan, ujar Nova. Dengan komunikasi yang terbuka, fast response, dan rajin follow up satu sama lain membuat komunikasi berlangsung baik dan terarah, lanjut Nova. Ia juga tidak lupa berterimakasih kepada crew lain yang sudah membantu mensukseskan film ini yakni, Juan (Campers), Cikal (Sound Recordist) dan Zaki (Boom Operator) dengan adanya mereka yang dapat beradaptasi dengan mudah dan suasana produksi semakin menyenangkan, pungkas Nova.

Nova juga menceritakan mengenai kendala yang dialami selama proses shooting berlangsung. Ia mengisahkan adanya  ketakutan pada saat mereka shooting  di atas perahu, karena pada saat itu anginnya cukup besar dan mereka takut perahunya tiba tiba terbalik.  Meskipun begitu ujar Nova,  semua kru dapat membuat perahu tetap stabil. Disamping itu, lanjut Nova untuk membangun chemistry antar kru dan narasumber, mereka melakukan pendekatan dengan cara mengobrol santai agar suasana menjadi tidak tegang dan canggung. Dengan begitu, mereka bisa mencoba tutut khas Jagara, jelas Nova. Ia tidak menyangka kalau hewan sekecil tutut ini bukan hanya membuat karya mereka diapresiasi BRIN, tapi juga membuat suasana tim hangat, ceria, dan perut kenyang, pungkasnya.

Nova lebih lanjut menjelaskan pesan yang ingin disampaikan dalam film “Riak Aksa”, yaitu , “sesuatu yang dianggap kecil dan sering diabaikan, justru bisa memberikan dampak yang sangat besar, seperti tutut Waduk Darma yang awalnya dianggap hama, tetapi akhirnya menjadi sumber mata pencaharian warga”

Ia juga menyampaikan harapan kedepannya untuk film tersebut, “Semoga Riak Asa bikin kita lebih peka dan gak lagi memandang sebelah mata hal-hal kecil di sekitar kita ya guys! and I’m so grateful to have amazing team like Riak Asa crew, muchas gracias (terimakasih) respect!, salam tutut!”

Mahasiswa Didorong Berani Berkompetisi

Menanggapi pencapaian mahasiswa Prodi FTV tersebut, Kaprodi Kenmada Widjajanto.,S.Sos.,M.Ikom menyampaikan rasa bahagia dan bangga. Sejak awal  ia mendorong mahasiswa mengirimkan karya filmnya pada program Akusisi Pengetahuan Lokal BRIN, sebagai bentuk keberanian berkompetisi dan untuk mendapat pengakuan dari lembaga negara.  Hingga saat ini ujar Kenmada, sudah ada empat karya film dokumenter dari civitas Prodi FTV Widyatama yang meraih apresiasi dari BRIN, yaitu tiga karya mahasiswa dan satu karya dosen. Ia berharap prestasi tersebut menularkan pada mahasiswa lain untuk mengirimkan karya mereka ke BRIN, pungkas Kenmada. ***Lora