Sambut Mahasiswa Baru dengan Konsep Insipiratif: “OPERASI PESTA JURUSAN, Copet Ilmu, Garap Karya”

BANDUNG, PRODI FILM WIDYATAMA.AC.ID – Dalam rangka menyambut mahasiswa baru angkatan 2026, Prodi FTV Widyatama bersama Himpunan Mahasiswa Film dan Televisi (HIMASIVISI) pekan ini  menggelar kegiatan Orientasi Jurusan yang bertajuk “OPERASI PESTA JURUSAN : Copet Ilmu, Garap Karya 2026”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin (7/11/2026) dan Jumat, (11/09/2026) di Ruang Seminar dan Teater Kampus Universitas Widyatama Jl. Cikutra No. 204 A Bandung. Acara tersebut bertujuan memperkenalkan mahasiswa baru angkatan 2026  dengan suasana akademik di Prodi FTV serta pengenalan himpunan mahasiswa sebagai salah satu tempat mahasiswa dapat berkreasi.

Tampilkan Sesi Alumni Bercerita

Pada penyelenggaraan hari Jumat kemarin, acara Orientasi Jurusan tersebut dibuka dengan penayangan karya Tugas Akhir dari Alumni FTV berjudul “Terlalu Takut Pulang” berdurasi 29 menit yang menceritakan fenomena quarter-life crisis, ekspetasi social serta konflik seorang anak perantau bernama Bayu dengan ibunya mengenai arti dari sebuah kesuksesan.

Acara berlanjut dengan Talkshow Cerita dari Alumni yang dipandu oleh dosen Prodi FTV Ibrahim Adi Surya.,S.Sn.,M.Sn. serta dihadiri oleh narasumber  Ahnaf Fauzan Ramadhan (Produser Tim Penulis), Miftahul Hanif Prasetyo (Sutradara), Mayang Sunda (Penulis Naskah), serta Aditya Nurrahman (Penata Artistik) selaku Crew dari Film “Terlalu Takut Pulang” yang diproduksi dengan nama rumah produksi Pengorbit Studio. Para alumni tersebut membagikan cerita mengenai pembuatan dari film tersebut, salah satunya mengenai biaya produksi yang dihabiskan dalam film tersebut yaitu sekitar 60 juta, sungguh nominal yang fantastis. Mayang Sunda memberikan pesan kepada para mahasiswa baru untuk memperbanyak relasi, tidak hanya di dalam kampus Widyatama namun diluar kampus juga sangat penting. semakin banyak relasi semakin membantu kalian, contohnya dalam pembuatan Tugas Akhir. Kalian dapat datang ke acara Screenplay Film yang sedang diadakan untuk memperbanyak relasi.

Kisah Perjuangan Mahasiswa Lulus TA 

Setelah Sesi Talkshow pertama, acara berlanjut dengan penayangan Trailer TA angkatan 2022, yang terdiri dari Film “Avarus”, “Main Dulu, Ya?, dan “Minggu”. Kedua film tersebut merupakan karya tugas akhir mahasiswa angkatan 2022 yang baru saja disidangkan pada akhir Agustus lalu. Sesi kedua tersebut dilanjutkan dengan talkshow mengenai lika liku proses Tugas Akhir yang dihadiri oleh 4 narasumber diantaranya, Rio sebagai Sutradara (Avarus), Adi Khusaeri  sebagai Produser (Main Dulu, Ya?), Arnetta sebagai Penata Artistik (Minggu) serta Nasywa sebagai Produser (Sisa Waktu). Para narasumber memiliki pengalaman dan perjalanan yang berbeda dalam pembuatan tugas akhir ini, sehingga para mahasiswa baru dapat memiliki gambaran dari masing masing okupasi. Sesi Talkshow ini dipandu oleh dosen Prodi FTV Muhammad Akbar, S.Pd., M.Sn.

Produser dari film “Main Dulu, Ya?” yaitu Adi Khusaeri mengatakan dalam pembuatan film biasanya memikirkan bagaimana caranya agar bisa meminimalisir biaya pengeluaran namun kali ini dia merasa tidak harus mengurangi atau meminimalisir anggaran karena dia ingin menghasilkan karya yang bagus tanpa harus menghemat biaya. Berbeda hal dengan produser “Sisa Waktu”, Nasywa mengatakan bagaimana caranya untuk bisa meminimalisir anggaran agar film yang sedang digarap tetap berjalan dengan biaya yang sudah disepakati bersama. Bagaimana menurut kalian?.

Arnetta selaku Penata Artistik dari film “Minggu” bercerita kalau sebagai penata artistik harus memikirkan bagaimana aspek visual, estetika serta suasana yang diinginkan dalam naskah tersebut tergambar dengan baik dalam sebuah film. Dia juga mengatakan bahwa sebagai Penata Artistik harus mencari lokasi yang pas dan cocok untuk menggambarkan cerita dalam film ini. Tidak lupa juga, dia mengatakan untuk belajar banyak mengenai Sketchup, untuk mempermudah dalam membuat tata letak set lokasi.

Sutradara dari Film “Avarus” yaitu Rio mengatakan bagaimana dia bisa memilih menjadi sutradara dari film ini. Awalnya dia mencoba beberapa okupasi selama di perkuliahan agar dia tau bagaimana setiap okupasi bekerja, sampai akhirnya dia mencoba untuk menjadi sutradara dalam film tersebut. Memikirkan bagaimana dia dapat menggambarkan isi cerita dalam naskah tersebut sesuai dengan yang diinginkan penulis. Bercerita tentang Sutradara dan Penulis, Nasywa selaku Produser Film “Sisa Waktu” membagikan pengalamannya dalam menghadapi perbedaan pendapat antara Sutradara dan Penulis, ia mengatakan bahwa kedua okupasi tersebut sempat beradu argumen di dalam obrolan chat, karena keinginan yang berbeda sehingga di lokasi syuting mereka tidak bertegur sapa, namun setelah ditengahi oleh produser mereka hanya diam dan argumen sudah selesai di dalam obrolan chat.

Dalam sesi pertanyaan, ada mahasiswa yang bertanya “Diantara Kreativitas dan teknik, mana yang perlu didahulukan?”. Kemudian Arnetta selaku Penata Artistik (Minggu) menjawab, menurutnya teknik adalah yang perlu didahulukan karena dengan menjalankan teknik terlebih dahulu, akan memunculkan kreativitas.

Acara selanjutnya adalah mahasiswa baru dan panitia melakukan Ice Breaking bersama, yaitu dengan membagi kedalam beberapa kelompok, kemudian setiap kelompok harus menebak judul film dari beberapa scene yang akan ditunjukkan. Ice Breaking ini berlangsung menyenangkan dan para mahasiswa sangat antusias.

Konsep “OSPEK” yang humanis dan insipratif 

Kegiatan penerimaan mahasiswa baru angkatan 2025 di Prodi FTV Widyatama sudah berlangsung pada Senin (7/11/2026) di mana pada kesempatan pembukaan Kaprodi FTV Kenmada Widjajanto.,S.Sos.,M.ikom menyampaikan mengenai sejumlah materi penting diantaranya profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan pada aspek pengetahuan dan keterampilan khusus serta tata tertib kuliah di Prodi FTV.

Usai memberikan pengantar, acara PRATAMA Prodi FTV Widyatama tersebut dilanjutkan dengan Talkshow tentang suasana atau kehidupan akademik di Prodi FTV dengan menampilan tiga mahasiswa sebagai narasumber angkatan 2024 dan 2025, yang menceritakan pengalaman mereka terlibat dalam berbagai proyek pembuatan video bersama dosen FTV. Acara tersebut dipandu dosen FTV Erwin Windu Pranata.,S.PD.,M.Sn dan Kenmada Widjajanto.,S.Sos.,M.Ikom. Pada akhir acara Kenmada Widjajanto menegaskan bahwa konsep “OSPEK” atau penyambutan mahasiswa baru angkatan 2026 dikemas berbeda dengan kelaziman “OSPEK” pada umumnya yang menonjolkan “penggojlokan” dan kekerasan verbal. Prodi FTV ungkap Kenmada, sudah sejak awal mengedepankan acara penerimaan mahasiswa baru dengan konsep yang humanis, informatif dan insipiratif dengan menghadirkan “talkshow” dari mahasiswa senior hingga alumni. Itulah sebabnya acara tersebut dinamakan “OPERASI PESTA JURUSAN : Copet Ilmu, Garap Karya 2026”

Melalui kegiatan dengan konsep tersebut, jelas Kenmada,  diharapkan dapat memberi kesan yang positif di mata mahasiswa baru terhadap sikap prodi dan para senior saat menyambut mereka. Selain itu, ungkap Kenmada, acara tersebut menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk memulai  kuliah dengan sikap positif yang terinspirasi dari kisah kisah yang diceritakan senior mereka dan selanjutnya menjadi mahasiswa yang  kreatif dan Inovatif serta dapat menghasilkan karya karya yang bisa menginspirasi banyak orang. **LORA