Kuliah Umum Prodi FTV Badan Perfilman Indonesia

Kuliah Umum Prodi FTV Hadirkan Anggota Badan Perfilman Indonesia Bahas Standar Kompetensi Insan Film

BANDUNG, PRODI.FTV.WIDYATAMA.AC.ID – Halo Sahabat FTV. Dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang pentingnya standar kompetensi dalam industri film di Indonesia, Prodi FTV FISIP Widyatama baru baru ini menyelenggarakan kuliah umum bertemakan Standar Kompetensi Kerja dalam Industri Film & Strategi Implelmentasi dalam Kurikulum dengan menghadirkan anggota Ketua Bidang Pengembangan SDM & Standar Kompetensi Badan Perfilman Indonesia (BPI) Dr. Naswan Iskandar.,S.Sn.,M.Sn. 

Kegiatan kuliah umum berlangsung di ruang teater Gedung B Lantai 6 Universitas Widyatama pada Rabu, 14 Desember 2022 dengan peserta mahasiswa Prodi FTV Widyatama secara hybrid. Acara kuliah umum ini dipandu moderator dosen Prodi FTV Della Dwinanti Sumpena, S.T.Sn.,M.Sn. Pada kesempatan tersebut, Naswan menyampaikan sejumlah materi tentang kondisi dunia industri film dan kebutuhan insan atau pekerja film yang kompeten dan bersertifikat profesi di bidang produksi film.  Di era digital seperti sekarang ini ujar Naswan, kebutuhan akan pekerja film sangat tinggi seiring tumbuhnya produksi film nasional baik film layar untuk distribusi bioskop maupun film untuk kebutuhan OTT atau Over The Top, platform penyedia layanan media berbasis internet yang belakangan juga tumbuh secara signifikan.

Kegiatan kuliah umum dengan menghandirkan narasumber dari industri film menurut Kaprodi FTV Kenmada Widjajanto,S.Sos.,M.Ikom, merupakan wujud implementasi penguatan kurikulum yang senantiasa menghadirkan praktisi maupun para ahli dari industri maupun instituasi negara seperti Badan Perfilman Indonesia atau BPI. Lebih lanjut Kenmada mengemukakan,   sebagai prodi vokasi yang baru berusia 3 tahun, FTV berupaya terus mengembangkan dan memutakhirkan proses belajar melalui penguatan pada konten kurikulum dan kegiatan-kegiatan akademis yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi mahasiswa dan civitas prodi sesuai dengan tuntutan industri. Mahasiswa Prodi FTV lanjut Kenmada,  pada akhirnya dituntut memiliki hardskill yang mumpuni sesuai SKKNI Bidang Perfilman dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level 6. Keterampilan khusus yang sesuai dengan SKKNI tambah Naswan, merupakan standar diterapkan di dunia industri film, dan ketercapaian pada standar tersebut menjadi tanggungjawab pengelola prodi dalam mengembangkan dan mengimplementasi kurikulum yang sesuai.

Untuk itu, lanjut Kenmada,  Prodi FTV menanggap perlu mendapat masukan dalam bentuk sharing knowledge dari pakar di bidang perfilman, yang secara khusus membahas kompetensi di bidang manajemen produksi film, dimana kemampuan di bidang tersebut berada pada level 6 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang sesuai untuk lulusan Sarjana S-1 maupun Sarjana Vokasi atau D-4. Adapunb tujuan  kegiatan semacam itu, menurut Kenmada adalah sbb :

  1. Meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi mahasiswa dan civitas Prodi FTV FISIP Widyatama mengenai Standar Kompetensi Kerja (SKKNI) dalam Produksi Film
  2. Mendapat bahan masukan mengenai strategi pencapaian target standar kompetensi mahasiswa dalam produksi film yang sesuai dengan SKKNI dan kebutuhan industri.
  3. Mengembangkan jejaring dan peluang kerjasama dengan BPI sebagai badan yang dibentuk negara untuk mengembangkan industri film, termasuk mendapatkan masukan untuk peluang studi lanjut para dosen Prodi FTV ke jenjang S-3 melalui skema bea siswa dari BPI.

***Redaksi FTV